Sabtu, 31 Agustus 2019

Infastruktur Jaringan Komputer


Infrastruktur Jaringan Komputer

Untuk membangun sebuah jaringan komputer maka diperlukan sebuah jaringan komputer, diperlukan hardware untuk infrastrukturnya. Hardware yang dibutuhkan antara lain :
-Ethernet Card (NIC) adalah  interface komunikasi data dalam sistem jaringan komputer. Kecepatan rate datanya beragam  yaitu 10/10 Mbps, 10/100 Mbps, dan yang terbaru 100/1000 Mbps.
-Kabel UTP yaitu kabel jaringan komputer. Penggunaannya maksimal 100 meter, jika lebih harus dipasang repeater (penguat sinyal data). Pengurutan warna kabel UTP dibedakan menjadi dua macam, yaitu model straight dan crossover. Model straight digunakan untuk hubungan PC ke Hub. Dan model crossover digunakan untuk hubungan PC ke PC.
-Hub / Concentrator atau Switch adalah sebuah repeater dengan banyak port (multi port).
-Router adalah hadware yang berfungsi untuk menghubungkan dua network atau lebih yang berbeda network id atau arsitekturnya.
-Komputer standar yaitu hardware yang berfungsi untuk menjalankan sistem operasi dalam sistem jaringan komputer.
-Modem adalah modulator de modulator yang berfungsi untuk mengubah informasi data digital ke analog atau sebaliknya.
-Hardware wireless jika ingin menggunakan Wifi, maka perlu dipasang Hardware wireless, antara lain adalah Access Point, Router Wifi, PCI Wifi atau PCMCA.
-Repeater, perangkat untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan signal asli pada segmen kabel LAN yang lain.
-Bridge, Perangkat untuk memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebihkecil, bridge juga digunakan untuk menghubungkan dua jenis jaringan yang berbeda. 

JENIS-JENIS JARINGAN KOMPUTER
Dalam jaringan Komputer klasifikasi khusus atau pembagian menurut luas cakupannya, beberapa klasifikasi dalam jaringan Komputer menurut luas cakupan dan teknologi yang digunakannya ada 3 jenis jaringan komputer yaitu :

1. Local Area Network (LAN)
Sebuah LAN adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak (software) yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer
lainnya.

2. Metropolitan Area Network (MAN)
Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu : jaringan LAPAN Bandung dimana beberapa Stasiun Pengamat Dirgantara di daerah jawa barat dihubungkan antara satu dengan lainnya.

3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan LAPAN Bandung dan Stasiun Pengamat Dirgantara yang ada di Indonesia . Stasiun Pengamat Dirgantara yang ada di Pameungpeuk bisa menghubungi Stasiun Pengamat Dirgantara yang berada di Biak, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke dalam Komunikasi Global seperti Internet. Tapi bagaimanapun juga antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.

TOPOLOGI JARINGAN

Topologi pada dasarnya adalah peta dari sebuah jaringan,dimana topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi jaringan terbagi lagi menjadi dua, yaitu topologi secara fisik (physical topology) dan topologi secara logika (logical topology). Topologi secara fisik menjelaskan bagaimana susunan dari kabel, komputer dan lokasi dari semua komponen jaringan. Sedangkan topologi secara logika menetapkan bagaimana informasi atau aliran data dalam jaringan. Topologi jaringan yang umum dipakai adalah : Mess, Bintang (Star), Bus, Tree, dan Cincin (Ring).

 Topologi BUS
Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.


Topologi BUS mempunyai karakteristik jaringan sebagai berikut :
Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
Sangat sederhana dalam instalasi, karena hanya menghubungkan antar simpul saja.
Juga sangat ekonomis dalam biaya (hanya dibutuhkan kabel dan connector yang harganya tidak terlalu mahal / murah).
Paket-paket data saling bersimpangan pada suatu kabel sehingga jika node yang dihubungkan semakin banyak, kinerja jaringan akan semakin turun sebab sering terjadi collision.
Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap ethernet card.
Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Jenis kabel yang digunakan adalah coaxial (jenis yang palingmurah).

Keuntungan Topologi Bus
Jumlah Node tidak dibatasi, tidak seperti hub yang dibatasi oleh jumlah dari port (misal : 16 port untuk 16 node) .
Kecepatan pengiriman data lebih cepat, karena data berjalan searah.
Lebih mudah dan murah jika ingin menambah atau mengurangi jumlah node, karena yang dibutuhkan hanya kabel dan konektornya saja
Kekurangan Topologi BUS
Jika lalulintas data yang diolah terlalu besar dapat mengakibatkan kemacetan.
Diperlukan repeater untuk menguatkan sinyal pada pemasangan jarak jauh.
Jika salah satu node mengalami kerusakan, maka jaringan tidak dapat beroperasi.

Fajar Subhiyanto 

Nita Nursaevah 

Sofiaturochmah 

Siska Wulandari









Selasa, 23 Juli 2019

Seputar Jaringan Komputer

Nama : Diana Jumarsih
Pertanyaan : 
1. Kegunaan router untuk kebutuhan pengguna? 
2. Apa fungsi wireless card pada laptop? 
3. Fungsi data link dari lan card adalah? 
4. Perantara modem tanpa kabel adalah? 
5. Bagaimana cara bridge mengenali alamat mac? 
6. Passive hub adalah? 
7. Kelebihan switch dari hub adalah? 
8. Bagaimana cara menghubungkan kabel jaringan? 
9. Bagaimana cara kerja repeater memperluas jaringan? 
10. Acess point bisa mengatur fungsinya supaya bisa digunakan di? 

Pembahasan
1. Untuk menghubungkan beberapa jaringan (transfer data) 
2. Fungsinya untuk menghubungkan dua device secara nirkabel
3. Untuk melakukan proses grouping secara logic, menyediakan akses ke dalam media menggunakan mac address
4. Modem wireless (nirkabel) 
5. Bridge terlebuh dahulu mencari format mac tersebut, setelah itu baru bridge akan dapat mengenali alamat mac nya. 
6. Kontak sambun7gan yang berperan sebagai pemisah sinyal yang masuk untuk ditransmisikan keseluruh jaringan.
7. Switch mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga paket data dapat langsung sampai ke tujuan
8. Siapkan kabel utp dan konektor kemudian buat kabel koneksi lan, siapkan dan pasang lan card, colokkan kabel lan ke lan card. 
9. Cara kerja Repeater adalah dengan menerima sinyal dan kemudian memancarkan kembali sinyal yang diterima untuk memperkuat dan memperluas jangkauan sinyal tersebut.
10. Disetiap perangkat yang terhubung. 

Oleh : Fitria Junaedi




Selasa, 16 Juli 2019

CARA MEMBUAT TEKO DI APK BLENDR

Cara Membuat Teko di Blendr

Step by step :

Mari kita belajar membuat objek di aplikasi blendr, disini saya akan membuat contoh gambar teko batik:
1.      Buka aplikasi blendr anda, pilih file > user preferences ( Ctrl+alt+U ) lalu pilih add mesh kemudian centang yang add mesh, extra objek.
2.       pada menu bawah klik  Add > Mesh > Extras > Teapot+/.
3.       Lalu untuk menghaluskan permukaan objek teko klik icon Setting ( Modifire ) pada bagian kanan blendr klik Add Modifire kemudian pilih subdivision surface.
4.       masih di menu Modifire, atur Subdivision View menjadi untuk lebih menghaluskan bagian – bagian teko.
5.       agar terlihat semakin halus, pada menu Tools bagian kiri blendr klik Smooth.
6.       oke sekarang kita tambahkan motif batik ke gambar teko itu
klik add image lalu pilih open image kemudian cari gambar yang akan dijadikan motif setelah itu aktifkan dulu menu yang ada pada bar sebelah bagian dibagian display kemudian beri tanda centang pada tekstur solid.
7.      setelah dipilih gambar dapat diperkecil, diperbesar, dll. Foto akan hilang ketika mengganti pervektif.
8.       setelah itu beralih ke menu Material, Klik tanda “+” kemudian klik new, lalu pindah ke menu tekstur,klik New dan pilih  ubah type clouds menjadi Image dan Movie, Setelah itu pilih Open pada menu Image dan ubah tipe Coordinates menjadi UV pada menu mapping, setelah selesai mencari Gambar tarik bingkai yang ada di samping pojok kanan lembar kerja anda, lihat gambar.
9.       Ganti menu 3D view menjadi menu UV/Image Editor,  pilih Gambar yang anda sudah anda masukan tadi di menu Texture ,lihat gambar,
10.   setelah itu akan tampil seperti ini.